Kamis, 19 November 2015
Senin, 09 November 2015
Pithecantropus Syndrome.
Anda mungkin masih asing dengan istilah ini. Tapi ini merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan fenomena di abad modern ini, yakni fenomena kerja dan mengumpulkan uang namun tidak memiliki investasi. Tanpa anda sadari, mungkin saja anda sedang mengidap syndrome ini.
Tahukah
anda kapan peradaban dan budaya manusia mulai berkembang dan kapan manusia
mulai mengenal teknologi? Semua ini dimulai saat manusia mengenal tekhnik
bercocoktanam dan beternak. Ini merupakan akhir dari masa prasejarah. Lalu apa
yang manusia lakukan di tahun-tahun atau abad sebelumnya? Jika anda ingat
pelajaran sejarah waktu di sekolah dulu kita tahu bahwa manusia di zaman
prasejarah bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan (food
gathering).
Pertambahan
jumlah manusia dan ketersediaan di alam yang semakin terbatas memaksa mereka
untuk berpikir keras dan melakukan sesuatu. Ide barupun mereka dapatkan. Kenapa
tidak dikembangbiakan saja hasil buruan mereka dan ditanam lagi makanan yang
mereka kumpulkan? Saat itulah manusia mulai bercocoktanam dan beternak. Dengan
melakukan hal ini, mereka tidak harus lagi menghabiskan waktu mereka dengan
berburu dan mengumpulkan makanan sepanjang hari dan sepanjang tahun. Merekapun
bebas dari ancaman kelaparan di masa depan karena persediaan yang sudah mereka
siapkan menjadi sumber dan antisipasi di hari depan.
Dampak
dari beternak dan bercocoktanam adalah perkembangan budaya dan peradaban.
Mengapa bisa demikian? Karena semenjak mereka beternak dan bercocoktanam,
mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan hal lainnya. Alhasil,
kita dapati bukti nyata dari peradaban manusia di masa lampau melalui
berdirinya candi-candi megah, piramida dan banyak peninggalan lainnya dari masa
lampau.
Alasan
kenapa saya membuat tulisan ini adalah karena saya melihat pola yang sama di
zaman batu terulang lagi di masa modern sekarang ini, di mana manusia
menyibukan diri dengan bekerja dan mengumpulkan uang dan gaya hidup konsumtif,
sehingga mereka menjadi tergantung pada penghasilan mereka. Jika penghasilan
mereka tidak dirasa cukup, mereka mencari pekerjaan yang lain yang mungkin saja
bisa memberi mereka lebih. Ironisnya, pola ini tidak diimbangi dengan “menanam
dan beternak” modern, yaitu berinvestasi.
Tidak heran kita lihat banyak sekali
orang, atau mungkin kita sendiri mengalami krisis dalam hidup, karena tidak
adanya antisipasi atau jaminan untuk hari tua dan hari depan bagi anak cucu
kita. Alhasil, mereka akan terjebak dalam lingkaran setan yang sama seperti
kita, yakni kerja, kerja, kerja tanpa berinvestasi. Inilah yang saya sebutkan
dengan nama “Pytecantropus Syndrome”, karena dengan tidak memiliki investasi
kita tidak ada bedanya dengan manusia di zaman batu. Dengan kata lain, kita
menjadi manusia purba di zaman modern .
Masih
banyak sekali orang Indonesia yang mengidap syndrome Pytecantropus ini. Masih
banyak dan banyak sekali yang tidak sadar manfaat dari dari berinvestasi. Salah
satu cara yang paling sederhana dalam berinvestasi adalah memiliki tabungan.
Yang saya maksud di sini bukanlah tabungan biasa di bank, melainkan tabungan
investasi di perusahaan asuransi. Salah satu contoh tabungan investasi yang
terbukti berhasil memberi manfaat lebih bagi masyarakat zaman sekarang adalah
Unit Link yang bisa anda lihat Klik di sini.
Terjadi
perubahan dan peralihan pola menabung beberapa dekade belakangan bagi mereka
yang sadar akan pentingnya investasi. Satu persatu orang mulai beralih dari
menabung di bank ke menabung di asuransi, karena selain memiliki investasi
untuk hari depan, mereka juga diberikan proteksi asuransi, sehingga hari depan
dan masa sekarang mereka terlindungi.
Sudah
saatnya anda sadar bahwa uang anda BISA ditanam
dan diternakkan lewat tabungan
investasi. Mulailah antisipasi hari depan anda sejak dini. Hidup ini terlalu
singkat untuk dilewati hanya dengan kerja, kerja dan kerja. Saya tidak
mengatakan anda tidak boleh bekerja, tapi jika seumur hidup anda lewati dengan
bekerja tanpa berinvestasi, anda tidak akan memiliki waktu untuk menikmati
hidup dan melakukan sesuatu yang lebih bagi perkembangan diri anda dan orang
lain.
Saya
berharap tulisan ini bisa menginspirasikan anda untuk mulai budayakan menabung
investasi. Ketahuilah bahwa siapapun anda, di manapun anda tinggal, dan
berapapun usia anda, anda bisa berinvestasi dan menjamin hari depan anda.
Salam
sukses,
Jack
Loloin
Langganan:
Postingan (Atom)



