Senin, 09 November 2015

Tentang CAR 3i-Network







Pithecantropus Syndrome.


Anda mungkin masih asing dengan istilah ini. Tapi ini merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan fenomena di abad modern ini, yakni fenomena kerja dan mengumpulkan uang namun tidak memiliki investasi. Tanpa anda sadari, mungkin saja anda sedang mengidap syndrome ini.
Tahukah anda kapan peradaban dan budaya manusia mulai berkembang dan kapan manusia mulai mengenal teknologi? Semua ini dimulai saat manusia mengenal tekhnik bercocoktanam dan beternak. Ini merupakan akhir dari masa prasejarah. Lalu apa yang manusia lakukan di tahun-tahun atau abad sebelumnya? Jika anda ingat pelajaran sejarah waktu di sekolah dulu kita tahu bahwa manusia di zaman prasejarah bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering).
Ini merupakan siklus yang berulang dari generasi ke generasi. Waktu dan usia mereka habiskan dengan berburu dan mengumpulkan makanan. Keterbatasan sumber penghidupan di setiap tempat yang mereka datangi memaksa mereka untuk terus berpindah dan mencari lahan baru (nomaden), dan inipun akan berulang lagi jika sumber di tempat baru tidak mencukupi lagi atau sudah habis.

Pertambahan jumlah manusia dan ketersediaan di alam yang semakin terbatas memaksa mereka untuk berpikir keras dan melakukan sesuatu. Ide barupun mereka dapatkan. Kenapa tidak dikembangbiakan saja hasil buruan mereka dan ditanam lagi makanan yang mereka kumpulkan? Saat itulah manusia mulai bercocoktanam dan beternak. Dengan melakukan hal ini, mereka tidak harus lagi menghabiskan waktu mereka dengan berburu dan mengumpulkan makanan sepanjang hari dan sepanjang tahun. Merekapun bebas dari ancaman kelaparan di masa depan karena persediaan yang sudah mereka siapkan menjadi sumber dan antisipasi di hari depan.

Dampak dari beternak dan bercocoktanam adalah perkembangan budaya dan peradaban. Mengapa bisa demikian? Karena semenjak mereka beternak dan bercocoktanam, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan hal lainnya. Alhasil, kita dapati bukti nyata dari peradaban manusia di masa lampau melalui berdirinya candi-candi megah, piramida dan banyak peninggalan lainnya dari masa lampau.


Jadi kita bisa lihat bahwa sebenarnya ide berinvestasi itu bukanlah hal yang baru, melainkan hal lama yang sudah dipraktekan sejak zaman dahulu. Sebelum adanya alat tukar berupa uang, manusia berinvestasi lewat bertani, berkebun dan beternak untuk menjamin hari depan mereka, sehingga anak cucu mereka terlepas dari siklus bebruru dan mengumpulkan makanan sepanjang waktu.

Alasan kenapa saya membuat tulisan ini adalah karena saya melihat pola yang sama di zaman batu terulang lagi di masa modern sekarang ini, di mana manusia menyibukan diri dengan bekerja dan mengumpulkan uang dan gaya hidup konsumtif, sehingga mereka menjadi tergantung pada penghasilan mereka. Jika penghasilan mereka tidak dirasa cukup, mereka mencari pekerjaan yang lain yang mungkin saja bisa memberi mereka lebih. Ironisnya, pola ini tidak diimbangi dengan “menanam dan beternak” modern, yaitu berinvestasi. 

Tidak heran kita lihat banyak sekali orang, atau mungkin kita sendiri mengalami krisis dalam hidup, karena tidak adanya antisipasi atau jaminan untuk hari tua dan hari depan bagi anak cucu kita. Alhasil, mereka akan terjebak dalam lingkaran setan yang sama seperti kita, yakni kerja, kerja, kerja tanpa berinvestasi. Inilah yang saya sebutkan dengan nama “Pytecantropus Syndrome”, karena dengan tidak memiliki investasi kita tidak ada bedanya dengan manusia di zaman batu. Dengan kata lain, kita menjadi manusia purba di zaman modern .


Masih banyak sekali orang Indonesia yang mengidap syndrome Pytecantropus ini. Masih banyak dan banyak sekali yang tidak sadar manfaat dari dari berinvestasi. Salah satu cara yang paling sederhana dalam berinvestasi adalah memiliki tabungan. Yang saya maksud di sini bukanlah tabungan biasa di bank, melainkan tabungan investasi di perusahaan asuransi. Salah satu contoh tabungan investasi yang terbukti berhasil memberi manfaat lebih bagi masyarakat zaman sekarang adalah Unit Link yang bisa anda lihat Klik di sini.
Terjadi perubahan dan peralihan pola menabung beberapa dekade belakangan bagi mereka yang sadar akan pentingnya investasi. Satu persatu orang mulai beralih dari menabung di bank ke menabung di asuransi, karena selain memiliki investasi untuk hari depan, mereka juga diberikan proteksi asuransi, sehingga hari depan dan masa sekarang mereka terlindungi.

Sudah saatnya anda sadar bahwa uang anda BISA ditanam dan diternakkan lewat tabungan investasi. Mulailah antisipasi hari depan anda sejak dini. Hidup ini terlalu singkat untuk dilewati hanya dengan kerja, kerja dan kerja. Saya tidak mengatakan anda tidak boleh bekerja, tapi jika seumur hidup anda lewati dengan bekerja tanpa berinvestasi, anda tidak akan memiliki waktu untuk menikmati hidup dan melakukan sesuatu yang lebih bagi perkembangan diri anda dan orang lain.

Saya berharap tulisan ini bisa menginspirasikan anda untuk mulai budayakan menabung investasi. Ketahuilah bahwa siapapun anda, di manapun anda tinggal, dan berapapun usia anda, anda bisa berinvestasi dan menjamin hari depan anda.

Salam sukses,
Jack Loloin